Setiap Kali Buka Mulut Berucap, Selalu Menyakiti Orang Lain

Seorang Guru dan Murid
January 25, 2016
Siapakah Aku Yang Sejati?
January 25, 2016

Setiap Kali Buka Mulut Berucap, Selalu Menyakiti Orang Lain

Setiap Kali Buka Mulut Berucap, Selalu Menyakiti Orang Lain

Oleh: Flyming Lika

Bahasa Tionghoanya adalah “Ie Juk Go Tek Cui Re Cia”. Ini sering kita lakukan, tetapi hampir tidak pernah kita sadari.

Contoh: Seorang tamu datang ke toko seorang Tao Yu. Tanpa basa basi langsung nyeletuk: “Oh, pai (sembahyang) Thay Sang Lauw Cin, ya ? Yang gurunya ada di kota X ya ? Jangan ikuti deh, nanti bisa susah bla …… bla…… bla…… Lebih baik ikut yang di depan itu. Hanya satu yang bisa menolong manusia, di dunia dijamin, di akhirat (maksudnya sesudah mati) pun di jamin, bla…. bla….. bla…..”

Tao Yu inipun mencoba masih bertutur sopan kepadanya, “le Juk Go, Pu Yauw Tek Cui Ren Cia” (Kalau mulai berbicara, jangan menyinggung orang lain). Kenal saja tidak!

Si Tamu tersebut masih juga tidak menyadari bahwa dia busuk mulut. Akhirnya dengan terpaksa harus diberi pelajaran. Tao Yu inipun mulai melontarkan beberapa pertanyaan yang tidak dapat di jawab oleh sang Tamu.

Sang Tamu-pun jadi malu karena tidak dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan tersebut. Dengan rasa jengkel dan bingung, mau pulangpun jadi menuju ke belakang padahal pintu keluarnya begitu besar, setelah di beritahu arah pintupun kepalanya masih terbentur tiang. Kasihan deh!

Apakah kita yang Siu Tao juga masih seperti ini ?

Contoh sederhana lain, Seorang Tao Yu A baru beli hand-phone merk XYZ, Tao Yu B datang-datang mengatakan bahwa hand-phone merk XYZ ini murahan, jelek, dll. Tentu saja hal ini menjadikan Tao Yu A tersinggung, sedih dan kecewa. Padahal Tao Yu A termasuk Tao Yu yang mulai mencoba menabung, dengan uang sendiri membeli HP yang sudah diidam-idamkan sejak lama.

Inilah contoh “busuk mulut yang usil”. Ternyata Busuk Mulut masih banyak berkeliaran di Bumi ini. Apakah kita yang Siu Tao ini masih “Busuk Mulut”, yang setiap kali mulai berbicara, kanan kiri tersinggung? Padahal kalau kita sudah tidak “Busuk Mulut” maka Tao kita akan naik satu tingkat lagi. Kita akan menuju ke kemuliaan hati / kebeningan hati.

Pada dasamya, manusia itu tidak enak kalau tersinggung. Bagaimana agar kita tidak “busuk mulut” ?

Pada saat Cing Co, flash back-lah semua yang menjadikan kita kurang, niscaya untuk selanjutnya dalam berbicara, kita akan dapat menempatkan diri kita dan juga dapat memperhatikan perasaan lawan bicara kita.

Perlu juga perenungan kalimat ini:
Jujur, belum tentu benar/tepat.
Tidak jujur, belum tentu tidak tepat.
Yang bijak-lah yang paling tepat.

Bagaimana menjadi BIJAK, itulah persoalan kita semua!

Padahal kalau kita mau merunut kembali, Siu Tao adalah merevisi diri menuju Tao. Untuk menuju Tao, dimulai dengan menjadi manusia seutuhnya; memanusiakan manusia. Mulailah dengan yang paling sederhana……“TIDAK BUSUK MULUT”.

Please Share Us :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

two + twenty =