EBR: Cooking With Fun (23 Oktober 2016)
October 25, 2016
Kini Dao Guan Sinar Murni Medan memiliki kelas EBA
November 11, 2016

Dewa Tao : Yen She Dien Cwen

Dewa Tao : Yen She Dien Cwen

Nama                    : Yen She Dien Cwen

Gelar                     : Yen She Dien Hwang (Gwan Shi Dian Ong – Hokkian)

Nama Ayah         : Pan Khu (Ban Khu / Poan Kouw)

Nama Ibu            : Dai Yen I Ni (Dai Yen Sen Mu / Dai Gwan Seng Bo / Dai Gwan Giok Li)

Tempat Asal       : Gunung Fu Yu Dai

Istana                    : Sorga Ie Ching

 

Banyak para penganut klenteng yang menyalah tafsirkan YEN SHE DIEN CWEN dengan I HWANG TA TI yang dianggap sama atau satu manifestasi.

Dalam Kitab Suci Agama Tao Kuno, juga diperkuat oleh pendapat dalam kitab “Mythos dan Legend of China tulisan Professor Wenner”, tahun 1922 yang mengagumi tentang kedewaan Tao dan sengaja berada di Tiongkok bertahun tahun untuk menyelidiki dan mempelajari kisah mythos dan legenda dewa, dengan mendatangi hampir seluruh klenteng klenteng di Tiongkok, mengumpulkan data data dari pendeta pendeta Tao (Tao Shu) serta orang yang mengerti tentang kedewaan serta mendengarkan cerita cerita rakyat kuno yang diceritakan dari mulut kemulut dan disebarkan secara tutur tinular, lalu menulis dan melukis semua DEWA DEWI Tiongkok kuno, dalam  karyanya yang sangat indah dan berharga dituliskan bahwa :

“IE HWANG TA TI itu diangkat oleh Mahadewa Dai Sang Law Cin, dari figure rupa MAHARAJA “IE” (Maharaja Giok), Putera dari Raja Ching Tek dan Permaisuri Paw Yue dari negara Gwan Yan Miaw Luo Kwok.

Jadi disini sangat jelas bahwa Yen She Dien Cwen dan I Hwang Ta Ti tidaklah sama.

 


**Kisah adanya Pankhu, Yen She Dien Cwen, dan Ling Paw Dien Cwen pada hakekat kenyataan sebenarnya adalah Peristiwa Alam, yaitu tentang “Proses Awal Terjadinya Semesta Alam” yang telah menjadi legenda kedewaan agama Tao sejak jaman kuno.


Yen She Dien Cwen adalah putera dari PAN KHU. PAN KHU setelah selesai memisahkan antara terang dan gelap, daratan dan lautan dan seluruh kejadian semesta alam, Roh Suci Pan Khu terapung apung di angkasa tanpa pegangan. Sampai di pegunungan FU I DAI, Roh Suci Pan Khu bertemu dengan seorang wanita bernama Dai Yen I Ni yang makanannya adalah hawa pegunungan dan aneka warna awan yang bermanfaat bagi jiwa Da Yen I Ni.

Dai Yen I Ni sebenarnya adalah makhluk yang HemaPhrodit artinya yang mempunyai ciri ciri hormon pria dan wanita dalam satu tubuhnya. Beliau naik ke puncak gunung setiap pagi untuk mengumpulkan inti sari rembulan dan matahari. Terkesan oleh kesuciannya, maka Pan Khu menggunakan kesempatan masuk ke dalam mulutnya Dai Yen I Ni sewaktu menghirup hawa inti dalam bentuk seberkas sinar gaib. Setelah itu Dai Yen I Ni mengandung selama 12 tahun, dan lahirlah puteranya melalui sum sum tulang belakang, dan diberi nama Yen She Dien Cwen, yang begitu lahir langsung dapat berjalan dan bercakap cakap, disekitar tubuhnya terpancar sinar 5 warna. Setelah itu Yen She Dien Cwen ditempatkan di sorga Ie Ching atau Sorga Komala (Batu Giok), dan Dai Yen I Ni diberi gelar Dai Yen Sen Mu.

Mengenai satu lagi manifestasi Dai Sang Law Cin yang disebut Ling Paw Dien Cwen tidak banyak didapat informasi yang dapat diperoleh. Namun Ling Paw Dien Cwen adalah “Titisan” Dai Sang Law Cin jadi sama dengan Dai Sang Law Cin. Ling Paw Dien Cwen berkedudukan di Sorga Sang Ching yang berada di kutub atas dunia yang mengatur peredaran dan menyelaraskan hubungan antara Yin (negative) dan Yang (Positif) juga merupakan ilham bidang pengobatan Dewa.

 

Demikian sekilas cerita tentang titisan Dai Sang Law Cin yaitu Yen She Dien Cwen, bersumber dari Mitos dan Legenda Dewa Klenteng.

 

Salam Tao, Xie Shen En.

Please Share Us :