Maha Dewa Tao : Dai Sang Law Cin ( Thay Shang Lao Cun )

Sedikit cerita tentang “Klenteng”
October 21, 2016
KeTuhanan Dalam Ajaran Klenteng (Tao)
October 24, 2016

Maha Dewa Tao : Dai Sang Law Cin ( Thay Shang Lao Cun )

Siapakah Dai Sang Law Cin / Thay Shang Lao Jun itu ?

 sumber: Mitos dan Legenda Dewa Klenteng

Ajaran agama Tao, tertulis dalam Kitab Suci Dai Sang Law Cin Chen Ching, Bab 1, pasal 1 dan 2, Dai Sang Law Cin bersabda :

“Sang Maha Dewa Yang Maha Tertinggi dan Maha pertama “Yang Ada” sebelum adanya segala keadaan semesta alam, disebut dengan nama “Dai Sang Law Cin”

 

(DAI SANG yang berarti MAHA TERTINGGI, dan LAW CIN = YANG MAHA PERTAMA),

Sering kali turun “Menitis” menjadi manusia suci kedunia.

 

Pertama tama beliau “Menitis” menjadi Pan Khu sipencipta semesta alam dunia.

Selanjutnya Beliau kembali “Menitis” menjadi Kaisar Kesatria HWANGTI (HONGTE) yang menjadi Raja Pertama menciptakan adat budaya kemanusiaan, sistem kerajaan, pertanian,  dan pakaian yang menjadi seni dan budaya tertinggi manusia didunia dan sistem kerajaan masih digunakan sampai jaman sekarang.

Setelah itu Dai Sang Law Cin kembali menitis kedunia menjadi Law Cin atau Law Tze ( Locu / Lokun ) yang menciptakan kitab suci yang berisi ajaran agama TAO yang menjadi aliran yang pertama.

 

Karena LAW TZE adalah merupakan “Titisan” dari DAI SANG maka oleh umat Agama Tao, dipakailah wajah rupa Law Tze sebagai lambang Mahadewa Dai Sang Law Cin (Kekuasaan yang maha tertinggi).

Agama TAO sejak jaman kuno dahulu kala menggunakan tat acara sembahyang yang terpenting Altar Kedewaan dan Patung Rupa Dewa sebagai Lambang Kebesaran yang Maha Kuasa, serta sarana pemujaan secara lahiriah itulah sebabnya walaupun DAI SANG LAW CIN ini sebenarnya “tidak berbentuk dan tidak berupa”, namun umat TAO menjadi bentuk rupa Law Tze dipuja sebagai lambang kebesaran Dai Sang Law Cin.

Ok lebih detail kita membahas siapakah sebenarnya Law Cin ( Lo Kun ) / Law Tze ( Lo Cu) “Titisan” Dai Sang Law Cin itu ?

 

Nama aslinya     : Li Orl, Pek Yang, Law Tan

Sebutan Umum : MAHADEWA Dai Sang Law Cin, Law Tze,  Lo Cu, Law Cin Ya, Lo Kun, Thay Siang Li Lo

                                 Kon (hokkian)

Gelarnya              : Wu Sang Ta Dien Cwen

Hari Kebesaran : tgl 15 – 2. 15-5. 1-7, 16-12 dan akhir tahun Imlek

Nama Ayah         : Gwan Pit atau Han Kian

Nama Ibu            : Ching Hu

Masa dynasty    : Chow

Tahun                   : 604 sebelum Masehi

Imlek Tahun       : Ting Ci

Kawedanan        : Tien

 

Konon Kisah legendaris kelahirannya seperti ini:

Kelahiran beliau ditandai dengan keajaiban dan kemujijatan yang luar biasa, Karena beliau adalah titisan dari Dai Sang Law Cin, maka pada suatu ketika Ibunda Ching Hu melihat Sinar yang luar biasa terangnya dan makin lama sinar itu makin mendekat dan masuk ke dalam perut beliau, dan beberapa saat kemudian beliau hamil, mengandung selama 88 Tahun. Dan pada saat Ibunda Ching Hu memetik buah “Li”, lahirlah seorang bayi yang ajaib dibawah pohon Li maka beliau diberi nama Li Orl.

Pada saat lahir Li Orl sudah tua sekali Karena sudah dikandungan selama 88 tahun, maka rambut dan jenggotnya sudah putih semua, maka disebutlah beliau sebagai “Law Tze atau Anak yang Tua”.

Karena beliau berjadi 12 pada kedua tapak tangannya tiap tangan 6 jari, tidak berlubang telinga, berdarah putih, dan berwajah emas, maka beliau disebut Law Tan.

Kedua belas jari beliau kemudian hari dijadikan pembagian 1 Tahun menjadi 12 bulan.

 

Dai Sang Law Cin memiliki 3 Manifestasi, yang menduduki Tiga Sorga yang disebut San Ching, Tiga Manifestasi Tri Tunggal, dan diberi nama dan sorga sendiri sendiri yaitu :

 

1.       Dai Sang Law Cin menduduki Sorga Dai Ching ( Sorga Maha Agung )

2.       Yen She Dien Cwen menduduki Sorga Ie Ching ( Sorga Komala )

3.       Ling Paw Dien Cwen menduduki Sorga Sang Ching ( Sorga Atas )

 

 

Ketiga Manifestasi diatas timbulnya adalah sebagai berikut :

Yen She Dien Cwen adalah “Puteranya” Pan Khu, adapun Pan Khu adalah titisan Dai Sang Law Cin. Adapun Yen She Dien Cwen dan Dai Sang Law cin adalah “putera” dan “Bapak” berarti SATU INTI, sehingga antara Pan Khu, Yen She Dien Cwen sebenarnya adalah Dai Sang Law Cin juga adanya. Demikian pula Ling Paw Dien Cwen adalah Titisan dari Dai Sang Law Cin, maka disimpulkan Ketiga tiganya sebenarnya adalah Dai Sang Law Cin juga, hanya Masa Menitisnya saja yang berbeda.

 

Demikian sekilas cerita tentang Dai Sang Law Cin, konon kisahnya adalah seperti itu J

Semoga Cerita ini bisa bermanfaat dan membuka sedikit wawasan kita.

 

Salam Tao, Xie Shen En.

Please Share Us :