Berita Perjalanan Tao Thay Shang Men 14 – 16 Mei 2016

Dewa Tao : ZHANG GUO LAO ( 張果老 )/ Zhang Guo ( Ba Xian )
May 24, 2016
Upacara Tao Ying dan Ciang Tao. Thay Shang Men Singapore 8 – 11 April 2016
May 24, 2016

Berita Perjalanan Tao Thay Shang Men 14 – 16 Mei 2016

Berita perjalanan Thay Shang Men Indonesia 14 – 16 Mei 2016.

Lokasi: Klenteng TAO: 文德廟 (Boen Tek Bio) di Banyumas, Jawa Tengah.

Oleh: Taoyu Lin Xiang Foo ((林 祥 付)


  • Hari pertama (14 Mei 2016).

Dengan amat bersemangat menjalankan tugas Tao, Perjalanan dimulai pukul 07:00 am (Pagi), dipimpin oleh pimpinan PUTI (Paguyuban Umat Tao Indonesia) Pusat, Taoyu Lie Ming Sen meliputi rombongan Taoyu Lin Xiang Foo (林祥付), Xièjīnshēng (謝金生), Nie Tjing Wen (连 金 文), Nie Tjing Long (连 金龍) dan Xǔzhèngwàng (许正旺).

Pukul 1 pm siang hari, rombongan kami tibalah di Purwokerto, dijemput dan bertemu dengan tim penjemputan rombongan Taoyu dari beberapa kota dari jawa tengah yang merupakan bagian dari Tao Thay Shang Men yang sudah mencapai jumlah yang lebih dari 100- ribu orang di seluruh Indonesia (Belum termasuk yang di International). Setelah makan siang, tibalah kami semua di Klenteng TAO, Boen Tek Bio, pada sore hari-nya dan berkenalan dengan para pimpinan, pengurus dan pengelola klenteng ini.

Klenteng Boen Tek Bio termasuk salah satu lima klenteng yang ter-Mewah di Indonesia. Bahkan penulis cukup kaget melihat salah satu ruangan tempat sembahyang Dewa-Dewi Tao di bagian belakang karena melihat mulai dari genteng tebalnya yang mengkilat, Kusen Pintu nya yang terbuat dari kayu jati murni dengan ketebalan sekitar 15-25 cm, berikut pintu nya yang juga terbuat dari kayu jati murni yang sangat tebal dan tinggi selaras dengan kusen nya, lantai nya yang megah dan penataan interior nya yang sangat mewah dan tentu saja altar-altar nya yang terkesan sangat elegant. Di-informasikan kepada kami bahwa biaya renovasi bagian gedung itu saja menghabiskan dana sekitar 8 milyard lebih!

Kami merasa diberi kehormatan, karena diantara sekian banyak aliran Tao di dunia, Tao aliran Thay Shang Men kami-lah yang ditunjuk untuk menjalankan upacara Kai Guang Shen Xiang beberapa patung dewa yang baru. Acara selanjutnya kami melakukan gladi bersih drill persiapan upacara Kai Guang Shen Xiang dan upacara Sembahyang Dewa-Dewi bersama Upacara Agama Tao.

  • Hari Kedua (15 Mei 2016)

Acara dimulai pagi hari pukul 9:00 am, dibawah terik sinar matahari, dimulai dengan acara peresmian dan acara pemotongan pita dengan penuh hikmah yang dilakukan oleh

  1. Kanjeng Sinuhun Panembahan Agung Tejo Wulan dari Surakarta
  2. Bupati Banyumas; Ir. Achmad Husein.
  3. Tokoh Masyarakat Muslim Tionghoa K.H. Gunawan
  4. Ketua Panitia Hoo Houw Sung
  5. Ketua TITD Boen Tek Bio Banyumas Lie Sian Long

Li Thang tempat sembahyang umat agama konghucu, Vihara tempat sembahyang umat agama Buddha, Sedangkan Kelenteng (Miao/Bio) adalah merupakan tempat sembahyang pemujaan Dewa Dewi Tao oleh para umat agama Tao. Namun karena sifat toleransi dan kerukunan didalam agama Tao terhadap agama Konghucu dan Buddha yang sudah terjalin sangat panjang di Tiongkok, maka pada umum nya banyak klenteng TAO juga menyediakan juga pemujaan Konghucu dan juga para Buddha dalam atap Tri-Dharma (San Jiao).

Kelenteng sebagai tempat sembahyang Dewa Dewi tao, pada umum-nya, Kongco/Tuan rumah pastilah salah satu Dewa/Dewi Tao. Klenteng TAO Boen Tek Bio mempunyai Dewa Tao Fu De Zhen Shen, dikenal juga sebagai Toa Pek Kong, sebagai kongco utama (Tuan rumah). Sekitar pukul 3:00pm siang hari acara Kai Guang Shen Xiang, dipimpin oleh Taoyu Lie Ming Sen, diikuti kedua fufak; Lin Xiang Foo dan Hansen. Kebetulan tiba2 suasana terik sinar matahari menjadi hilang dan teduh, sungguh sangat nyaman sekali. Patung Dewa Dewi yang di Kai Guang adalah Di Mu Niang Niang (Dewi Ibunda Bumi), Men Shen (Dua Dewa Pintu) dan juga patung MAHA DEWA Thay Shang Lao Jun.

Acara selanjutnya dilakukan Sembahyang Tao bersama Dewa Dewi Tao, dimulai dari Tian Gong (Tuhan YME), kemudian di ruang utama tengah, Kongco Dewa Fu De Zhen Shen (Dewa Bumi) dan yang terakhir kepada Maha Dewa Tao Thay Shang Lao Jun. Acara ini dipimpin oleh Taoyu Lie Ming Sen dan kedua perwakilan klenteng Tao Boen Tek Bio, diikuti para Fufak Upacara, para Taoyu dan juga para umat yang hadir. Setelah upacara selesai, menariknya hujan langsung turun dengan deras nya dikatakan menyimbolkan fak jai (Rejeki) yang datang.

Sisa waktu digunakan untuk berkeliling lokasi dan berbincang2 dengan para umat dan pengurus. Secara pribadi, penulis sebenarnya sangat mengagumi bukan hanya fasilitas klenteng Tao ini, lebih dari pada itu adalah tata cara management para pengurus klenteng Tao Boen Tek Bio ini.

Betapa tidak, mulai dari penggunaan satu pintu tengah sebagai pintu keluar masuk ke ruang utama, dimana pada umumnya klenteng traditional kuno masih memaksakan tradisi kuno pintu di ujung kiri dan kanan sebagai symbol Qing Long Bai Hu (Naga hijau dan macan), dimana umat masuk lewat pintu kanan dan keluar lewat pintu kiri. Hal ini jelas menunjukan pemikiran para pengurus klenteng ini sudah maju dan berani me-revisi tradisi kuno yang sudah tidak mengikuti jaman.

Penulis juga TIDAK penjumpai penggunaan Samseng (3 jenis Daging Mentah) sebagai persembahan, melainkan hanya 5 macam buah-buahan. Jelas menunjukan pemikiran maju para pengurus klenteng Boen Tek Bio dimana sudah mengerti bahwa Dewa-dewi tidak membutuhkan semua itu melainkan ketulusan hati yang lebih penting, belum lagi alasan Higenis, dimana pada umumnya Samseng akan mengundang banyak lalat, bertumpuk dengan abu2 Hio yang jatuh sungguh tidak sedap dipandang mata. Hal ini sangat sesuai dengan konsep pemikiran Agama Tao yakni “Xian Yang Zhen Dao, Bo Mi Kai Wu宣扬正道破迷开悟, yakni penyebaran Tao yg murni dengan mengikis ke-tahkyulan dan mencerdaskan umat klenteng.

Maka penulis berpikir, tidak heran mengapa klenteng Tao Boen Tek Bio begitu maju dan tertata. Dengan keadaan gedung yang bersih, nyaman dan pencahayaan yang cukup, maka generasi muda Hua Ren dan para umat, pasti akan merasa betah datang di Klenteng Tao Boen Tek Bio. Sungguh patut diacungi jempol klenteng ini dan penulis merasa seharusnya klenteng Tao Boen Tek Bio ini bisa dijadikan panutan bagi klenteng2 yang lain agar bisa maju sehingga para Hua Ren ada tempat yang nyaman untuk datang, berkumpul dan bersembahyang kepada Dewa Dewi Tao.

Acara berikutnya adalah mengisi acara Ciang Dao (Penjabaran tentang Tao) di Klenteng Hok Tek Bio di kota Sokaraja. Setelah ramah tamah, sesi Ciang Dao dimulai. Taoyu dan para umat semakin antusias dan bersemangat untuk mengetahui lebih dalam tentang Tao Jiao Thay Shang Men. Sehingga banyak sekali pertanyaan2 yang dilontarkan dan dijawab sampai mereka puas oleh Taoyu Lie Ming Sen.

Mengamati tingkat anthusias mereka yang begitu sangat amat tinggi terhadap Tao Jiao Thay Shang Men di seluruh Indonesia, maka sungguh sangat beruntung-lah bagi para Hua Ren kita di tanah air karena Tao Jiao Thay Shang Men berkembang dan berpusat di Indonesia sehingga memudahkan para Hua Ren untuk belajar Tao, yang notabene merupakan agama, ajaran dan budaya asli Hua Ren Tionghoa sejak ribuan tahun yang silam. Didukung oleh Paguyupan Umat Tao Indonesia(PUTI), Majelis Tridharma Indonesia(MTI) serta kehadiran Taokwan-taokwan yang tersebar di 16 provinsi di Indonesia siap melayani para Hua Ren yang ingin belajar dan mengenal warisan leluhur keturunan naga kita.

Demikian rangkuman kegiatan Tao Thay Shang Men dalam kunjungan acara Kelenteng Boen Tek Bio di Banyumas.

Xie Shen En..

Please Share Us :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

ten + 18 =