Tao Taoism : Tai Shang Lao Jun Zhen Jing

Tao Taoism : Tao Te Ching – Dao De Jing 道德经
January 16, 2016
Tao Taoism : Er Lang Shen Zhen Jing
January 16, 2016

Tao Taoism : Tai Shang Lao Jun Zhen Jing


[section_title title=Halaman 1]

  1. Sang Dewa tertua pertama.
    Disebut-sebut Thay Sang Lauw Cin namanya.
    Berkali-kali turun ke dunia.
    Menciptakan Tao yang jujur menjadi aliran utama.
  2. Mula-mula beliau menjadi Ban Ku She si pembuka dunia.
    Kemudian menjadi Hwang Tee raja ksatria.
    Kemudian menjadi professor Lau Tze ahli filsafat.
    Seterusnya makmur dan berkembanglah Tao dimana-mana.
  3. Tao adalah Tao yang tertinggi.
    Agung adalah yang teragung diagungi.
    Penolong manusia dan penyelamat duniawi.
    Semua aliran layak menjunjung tinggi.
  4. Setiap manusia memakai Tao (aturan-aturan) sehari-hari.
    Banyak terdapat ilmu pengetahuan yang tinggi ditengah-tengah yang berarti.
    Dewa-Dewa dan Budha-Budha adalah satu inti.
    Karena dapat Tao (jasa-jasa) manusia menghormati.
  5. Para guru besar mementingkan keberadaban dan kebudian.
    Budi pekerti dengan Tao erat bergabungan.
    Asal Yin Yang timbul dari Wu Cik (out of which) luar bilangan.
    Wu Cik adalah sama dengan Thay Cik (the absolute) tak terbataskan.
  6. Thay Cik (the absolute) adalah permulaan langit bumi belaka.
    Abstrak kongkrit saling jelma menjelma.
    Tumbuh musnah hanya mengikuti kodrat alam dan spirit yang tak nyata (skilful contrivance).
    Keseluruhan menjadi tak ada batasnya.

[section_title title=Halaman 2]

  1. Tombak dan tameng adalah lawan.
    Semua jenis benda dapat disatukan.
    Diam mencapai titik terakhir timbul gerakan-gerakan.
    Gerak diam adalah prinsip Yin Yang.
  2. Teori ilmiah sering berselisih berlawanan.
    Dapatlah dibahas dengan teori Yin Yang.
    Kekuatan (power) Tao tak ada taranya.
    Sehatkan badan berdasarkan cara keDewaan (Divine art).
  3. Berkesempatan belajar cara latihan keDewaan (Divine art).
    Anggota badan oleh Dewa-Dewa digerak-gerakkan.
    Darah mengalir teratur dalam saluran-saluran.
    Lama berlatih semua lancar tak ada yang tersumbatkan.
  4. Tiap manusia dapat mempelajarinya.
    Kata-kata murni (Cen Yen) daya tarik berguna.
    Dewa-Dewa datang membantu anda.
    Ide belas kasih harus tetap berada.
  5. Para Dewa dan Budha mendapat Tao-nya (tingkatannya).
    Thay Sang Lauw Cin yang meneliti / menilai jasa-jasa.
    Kekuatan Dewa-Dewa tak ada batasnya.
    Mohon kepada Dewa dapatlah makmur jaya.
  6. Siu Tao (bertapa / mendekati Dewa) langkah pertama.
    Belajarlah dulu cara pembukaannya (Tao Ying Suk).
    Daya gaib menguatkan urat-urat didalam tubuh manusia.
    Setelah badan sehat baru memuncak kepernapasannya (breathing exercise).

[section_title title=Halaman 3]

  1. Kata-kata dan kelakuan-kelakuan mengikuti kebenaran.
    Dunia sebetulnya kepunyaan sesama.
    Hindarkanlah bertengkar serahkanlah segalanya kepada Yang Kuasa.
    Dunia sudah lama damai dan makmur jaya.
  2. Semua manusia harus belajar Tao (cara mencari dan mendekati Dewa).
    Mentaati hukum dan peraturan-peraturan akan timbul dalam sanubari anda.
    Hemat dan giat bekerja utamakan rumah tangga.
    Berfoya-foya tidak aturan jasa tidak akan ada.
  3. Linglung malas menggunakan pikiran.
    Bagaimana dapat belas kasih oleh Dewa-Dewa.
    Dewa-Dewa semuanya adalah agung mulia.
    Semua bergabung dalam lingkaran Thay Cik (absolute) bermula.
  4. Diluar langit-langit ke tiga puluh tiga.
    Megah perkasa sebagai istana-istana mulia (Tao Sway Kung).
    Maha Dewa Thay Sang Lauw Cin menempatinya.
    Menunjukkan kekuatan Dewa-Dewa (power of divine) yang tiada tara.
  5. Siu Tao (cari jalan mendekati Dewa), yang utama adalah cara pembukaannya (Tao Ying Suk).
    Latihan-latihan dibagi jenis dalam dan luar.
    Bersemedi datangkan ketentraman dan kecerdasan.
    Seluruh badan dikelilingi kekuatan yang tak terbayang (constitution).
  6. Spiritual dan material.
    Dua-duanya sama dipentingkan.
    Mengerti diri juga lainnya dimengertikan.
    Hingga menginjak taraf yang tinggi puncak lapisan.

[section_title title=Halaman 4]

  1. Siu Tao (menemukan jalan yang benar) harus mengerti apa yang baik dan dijalani.
    Ketemu jalan berarti peraturan-peraturan dan hukum-hukum yang berlaku sudah dimengerti.
    Mengerti itulah pedoman semula Tao.
    Belajar Tao barulah tidak sesat lagi.
  2. Abstrak sebetulnya adalah kongkrit yang merupakan abstrak saja.
    Kehidupan sehari-hari harus mengikuti yang lazim dan biasa.
    Abstrak-abstrak menjelma-jelma akan menjadi kongkrit juga.
    Tidak berbuat berarti tidak tidak berbuat artinya.
  3. Tao menguasai kongkrit dan abstrak.
    Kaum cerdas dipandang seperti kebodoh-bodohan.
    Kekuatan (Power) Tao tidak terbataskan.
    Tao yang jujur mengandung kebenaran-kebenaran.
  4. Roh-roh jahat tak akan berani terhadap kejujuran.
    Menghadap Tao yang tinggi roh-roh jahat jadi berantakan.
    Tao yang jujur diumpamakan lautan-lautan.
    Semua aliran mengalir ke laut akhir tujuan.
  5. Sedikit sajalah persoalkan nama dan benda.
    Yang penting adalah keuletan dan keyakinan.
    Menyendiri akan banyak derita dan sengsara.
    Hidup begitu terang tak normal juga.
  6. Mengerti ajaran Tao keluarlah dari kebingungan.
    Betul tetap betul jangan disalah-salahkan.
    Belajar Tao tak ada simpang jalannya.
    Kemantapan hatilah yang menjadi pegangan.
Please Share Us :

Comments are closed.