
Last Updated on January 12, 2026 by STC-XZW
Da Jia Xue Dao Hao,
Salam Tao…
Hidup manusia itu seperti empat musim. Tidak ada musim yang “salah”. Musim dingin yang beku tidak lebih buruk dari musim semi yang hangat; keduanya memiliki fungsi yang berbeda namun krusial.
Namun, manusia sering kali menderita karena satu kesalahan fatal: Memakai baju musim panas di tengah badai salju. Kita hidup di satu fase, tetapi pikiran kita mendambakan fase yang lain. Kita melakukan Resistensi (Perlawanan) terhadap saat ini.
Taoisme mengajarkan 顺其自然 (Shùn Qí Zì Rán) — “Biarkan segala sesuatu terjadi secara alami sesuai jalannya,” atau sederhananya: “Nikmatilah alurnya.”
少壮不努力,老大徒伤悲 (Shào zhuàng bù nǔ lì, lǎo dà tú shāng bēi) “Jika masa muda tidak bekerja keras (belajar), maka di masa tua hanya akan bersedih sia-sia.”
Saat anak kecil, tugas alaminya adalah bermain. Itu adalah cara mereka memahami dunia. Saat usia sekolah, tugas alaminya adalah menyerap ilmu.
Melawan fase ini (misalnya: anak kecil dipaksa dewasa sebelum waktunya, atau pelajar yang malas-malasan) adalah pelanggaran terhadap ritme alam. Ini adalah fase Yang yang sedang tumbuh. Energinya harus disalurkan untuk ekspansi.
Ini adalah fase transisi yang berat namun penuh energi. Di usia 20-an hingga 30-an, matahari sedang terik-teriknya. Kita sedang membangun karir (kuliah/kerja), mencari pasangan, namun di saat yang sama, orang tua kita mulai memasuki senja.
Banyak anak muda merasa ini beban. “Saya mau bebas, kenapa harus urus orang tua?”
Taoisme melihat ini sebagai Hukum Keseimbangan. Dulu saat Anda bayi (lemah), orang tua Anda kuat. Sekarang Anda kuat, orang tua Anda melemah. Energi berpindah.
Peran Xiao Shun (孝顺 – Bakti): Di fase ini, Xiao Shun bukan sekadar tugas, tapi Pondasi Kesuksesan. Pohon yang ingin tumbuh tinggi menjulang ke langit (karir) harus memiliki akar yang mencengkeram tanah dengan kuat (bakti).
Ini adalah fase puncak kematangan, sering disebut sebagai “Musim Panas Akhir” atau awal “Musim Panen”.
Anda berada di posisi Generasi Sandwich: menjaga anak yang sedang tumbuh dewasa, sekaligus menjaga orang tua yang makin sepuh.
Dalam kacamata duniawi, ini adalah fase “paling capek”. Tapi dalam kacamata Tao, ini adalah fase Kekuatan Puncak.
Peran Xiao Shun (孝顺 – Bakti): Di fase ini, Xiao Shun bertransformasi menjadi Keteladanan.
Melawan fase ini dengan keluhan hanya akan membuat batang pohon itu rapuh. Menerimanya dengan ikhlas (Wu Wei) akan membuat Anda kuat, berwibawa, dan menumpuk kebajikan (De) yang besar.
Ketika memasuki usia 60 tahun ke atas, angin mulai sejuk dan daun-daun mulai berubah warna menjadi emas. Ini adalah waktunya Musim Gugur.
Banyak orang di fase ini menderita karena Post-Power Syndrome. Mereka masih ingin sekuat dan sesibuk saat usia 40-an. Mereka melawan takdir tubuh yang mulai melambat.
Dalam Taoisme, tugas utama di fase ini adalah Melepaskan (Letting Go) dan Mengumpulkan Kebijaksanaan.
Peribahasa mengatakan: 六十耳顺 (Liùshí ěr shùn) — “Di usia enam puluh, telinga menjadi patuh (mampu mendengarkan kebenaran tanpa emosi).”
Ini adalah masa untuk kembali ke dalam diri (Internal Cultivation), menikmati hasil panen kehidupan, dan mempersiapkan jiwa untuk ketenangan, bukan lagi mengejar ambisi duniawi yang melelahkan.
Tidak semua orang mengikuti garis waktu yang mululus.
Bagaimana Tao melihat ini? Ini adalah permainan Yin dan Yang.
Laozi berkata dalam Daodejing Bab 29:
故物或行或随,或嘘或吹,或强或羸,或载或隳。 (Gù wù huò xíng huò suí, huò xū huò chuī, huò qiáng huò léi, huò zài huò huī.) “Maka, ada yang berjalan di depan, ada yang mengikuti di belakang. Ada yang napasnya kuat, ada yang lemah. Ada yang kokoh, ada yang runtuh.”
Laozi mengajarkan bahwa variasi adalah hukum alam.
Inti dari semua kegelisahan adalah Resistensi. Kita ingin berada di tempat lain selain “di sini”.
Konsep Wu Wei (无为) sering disalahartikan sebagai malas. Padahal artinya adalah “Tidak Memaksakan (Non Forcing)”.
Peribahasa Tiongkok mengatakan: 瓜熟蒂落 (Guā shú dì luò) “Ketika melon sudah matang, ia akan jatuh sendiri dari tangkainya.”
Segala sesuatu ada waktunya. Jangan memaksa memetik melon yang masih hijau, dan jangan menempelkan kembali melon yang sudah jatuh.
Setiap orang punya zona waktunya sendiri. Jangan iri melihat teman Anda sudah pensiun di usia 40, sementara Anda masih berjuang. Jangan sedih melihat anak muda berlari kencang saat Anda di usia 60 mulai berjalan pelan.
Anda tidak terlambat. Anda tidak gagal. Anda hanya sedang berada di Fase Anda.
Hiduplah sepenuhnya di fase itu. Jalankan tugas spesifik di fase itu dengan adab dan moral yang tinggi. Karena pada akhirnya, hidup yang sukses bukanlah hidup yang selalu “di atas”, melainkan hidup yang dijalani dengan kesadaran penuh pada setiap musimnya.
Terimalah peran Anda saat ini. Itulah Tao Anda sekarang.
Semangat kawan, rajin liankung karena semua ini hanyalah Sekejab Abadi…
Xie Shen En
Kesehatan adalah hak milik yang paling berharga. Kepuasan adalah harta benda paling bernilai. Kepercayaan adalah kawan paling baik. Tak menjadi apa-apa adalah kegembiraan paling besar.
