siutaocom logo final v2siutaocom logo final v2siutaocom logo final v2siutaocom logo final v2
  • Home
  • SiuTao
    • Pengenalan Tao
    • Sejarah Tao
    • Kitab Suci Tao
    • Upacara Tao
    • Video Tao
  • News
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Directory
    • Dewa-Dewi Tao
    • Buku Buku Tao
  • Articles
    • Serba-Serbi Tao
  • Contact
    • Lokasi Taokwan
    • Hubungi Kami
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
✕

Dewi Nüwa sang Ibu Peradaban

  • Home
  • Blog
  • Directory Dewa Dewi
  • Dewi Nüwa sang Ibu Peradaban
Jalan Agung Melingkupi Semesta Da Dao Xing Tian Xia
February 26, 2026

Dewi Nüwa sang Ibu Peradaban

"Legenda Dewi Nüwa (女娲)"

Refleksi diri menjadi lebih Baik ~ "Xiu Xin Yang Xin" (修心养心)
Post Views: 25

Last Updated on March 2, 2026 by STC-XZW

Da Jia Xue Dao Hao,

Nüwa (女娲): Sang Ibu Peradaban dan Dewi Xiantian Penambal Langit

Dalam khazanah mitologi Tiongkok, sosok Nüwa (女娲) menempati posisi yang sangat luhur. Ia bukan sekadar dewi dalam dongeng, melainkan arketipe pencipta manusia, pemulih keseimbangan kosmos, serta figur primordial dalam sistem kosmologi Tao.

Dalam klasifikasi teologi Taoisme, Nüwa termasuk Dewi Xiantian (先天神) yaitu dewa dewi pra-langit yang sudah ada sebelum tatanan dunia manusia terbentuk. Ia bukan manusia yang didewakan (Houtian), melainkan entitas kosmik asli yang terlibat langsung dalam fase awal penciptaan.


1. Asal-Usul Sang Ibu Pertiwi

Dalam teks kuno seperti Shanhaijing (山海经) dan Huainanzi (淮南子), Nüwa digambarkan berwujud setengah manusia dan setengah ular. Sosok ini melambangkan kesatuan Yin dan Yang serta harmoni antara langit dan bumi.

Ia sering digambarkan bersama saudaranya, Fuxi, dengan ekor ular yang saling melilit—simbol keseimbangan kosmis.

Menurut legenda, setelah dunia terbentuk, belum ada manusia. Nüwa membentuk manusia dari tanah liat kuning. Dalam versi lain, ia mencelupkan tali ke lumpur lalu mengibaskannya sehingga cipratan lumpur berubah menjadi manusia. Kisah ini bukan sekadar mitos penciptaan, tetapi refleksi awal pemikiran masyarakat Tiongkok tentang asal-usul kemanusiaan.

Sebagai Dewi Xiantian, tindakan Nüwa bukanlah hasil kultivasi atau kenaikan derajat, melainkan fungsi kosmik alami sebagai pencipta dan penjaga keseimbangan.


2. Misteri Batu Lima Warna dan Kosmologi Wuxing

Ketika pilar langit runtuh akibat pertarungan kosmik, dunia dilanda banjir dan kekacauan. Dalam Huainanzi diceritakan bahwa Nüwa melebur Batu Lima Warna (五色石, Wǔsè Shí) untuk menambal langit.

Lima warna tersebut melambangkan konsep Wuxing (Lima Unsur):

  • Hijau/Biru – Kayu (木)
  • Merah – Api (火)
  • Kuning – Tanah (土)
  • Putih – Logam (金)
  • Hitam – Air (水)

Dengan melebur kelima unsur ini, Nüwa mengembalikan keseimbangan energi alam semesta. Tindakan ini menunjukkan perannya sebagai pengatur harmoni kosmik, selaras dengan kedudukannya sebagai dewi pra-langit.


3. “Menambal Langit” dan Tafsir Kalender

Secara simbolik, beberapa kajian budaya modern menafsirkan “Langit” sebagai metafora sistem kosmik, termasuk sistem waktu. “Langit yang bocor” dapat dipahami sebagai kekacauan kalender lunar-solar pada masyarakat agraris awal.

Tindakan Nüwa “menambal langit” diinterpretasikan sebagai simbol harmonisasi sistem penanggalan melalui penambahan bulan kabisat (闰月), agar siklus bulan dan matahari selaras kembali.

Walaupun tafsir ini bersifat simbolik, ia menunjukkan bagaimana mitos Nüwa mencerminkan kecerdasan astronomi dan pemahaman kosmologi awal masyarakat Tiongkok.


4. Nüwa sebagai Dewi Xiantian dalam Struktur Tao

Dalam kosmologi Taoisme:

  • Xiantian (先天) = Dewa primordial yang sudah ada sebelum dunia manusia terbentuk
  • Houtian (后天) = Manusia yang mencapai keilahian melalui kultivasi atau jasa besar

Berbeda dengan tokoh seperti Guan Yu atau Mazu yang merupakan figur historis yang didewakan (Houtian), Nüwa tidak pernah dicatat sebagai manusia biasa.

Ia sejajar dengan figur kosmik awal seperti Pangu dan Fuxi dalam kategori dewa pencipta.

Karena itu, dalam struktur metafisik Tao, Nüwa termasuk Dewi Xiantian — entitas kosmik murni yang terlibat dalam pembentukan tatanan semesta.


5. Festival Tianchuan (天穿节)

Sebagai penghormatan atas jasanya menyelamatkan dunia, masyarakat Tionghoa—terutama komunitas Hakka—merayakan Festival Tianchuan (Hari Langit Bocor) pada tanggal 20 bulan pertama kalender lunar.

Tradisinya meliputi:

  • Menggoreng kue ketan (nian gao)
  • Menusuk atau menggantungnya sebagai simbol penambal langit
  • Berdoa memohon keseimbangan alam dan cuaca baik

Festival ini bukan sekadar ritual budaya, tetapi penghormatan terhadap prinsip keseimbangan kosmis yang diwakili Nüwa.


Kesimpulan

Nüwa adalah representasi tertinggi dari kecerdasan kosmik dalam mitologi Tiongkok. Ia bukan hanya pencipta manusia, tetapi juga pemulih tatanan semesta dan simbol keseimbangan lima unsur alam.

Sebagai Dewi Xiantian, ia berada pada lapisan terdalam kosmologi Tao, eksistensi primordial yang mendahului sejarah manusia.

Mitos “Menambal Langit” mengajarkan bahwa ketika dunia retak, baik secara ekologis, sosial, maupun spiritual dan keseimbangan dapat dipulihkan melalui harmoni unsur alam dan kebijaksanaan.

Nüwa adalah pengingat bahwa manusia memiliki kemampuan untuk “menambal” kembali tatanan yang rusak dan selama kita memahami hukum keseimbangan semesta.

Xie Shen En

Cerita Dewa Dewi Tao yang lain lengkap bisa dibaca di aplikasi Klentengpedia Google Playstore

Please Share Us :

Related posts

September 16, 2025

Xiwangmu(西王母) – Sang Ibu dari Barat


Read more
September 2, 2025

Heibai Wuchang: Dari “无常大鬼” hingga penjaga keadilan rakyat


Read more
April 30, 2025

Dewa Dewi DIEN FU / Thian Hu dan TIMU / Tee Bo


Read more

Search

✕

Perjalanan Spiritual Taoism

«
Prev
1
/
40
Next
»
loading
play

Upacara Kwee Pang & Tao Ying Peserta Dari Amerika & Puerto Rico | 8 Sept2024 by Master Flyming Lika
play

Pelantikan jubah kuning (huang yi) Jakarta 07 july 2024 by master Flyming Lika
play

Upacara pemberkatan rupang Dewa, angkat anak,Taoying by Master Flyming Lika 24 april 2024
play

Upacara Lien Hun Du Jie 2024 by master Flyming Lika
play

Perayaan hari kebesaran MAHA DEWA Thay Shang Lao Jun Ji Ri 20 Juni 2024 by Master Flyming LIka
play

Upacara Tolak bala (POUN)2024 by Flyming Lika
«
Prev
1
/
40
Next
»
loading

Berita Regional lainnya

  • Upacara Sembahyang Cap Go Meh – Bandung
  • Tour Keliling Kelenteng – Taokwan Sinar Mulia – Bandung 2016
  • Tur Keliling Kelenteng Taoyu Manado 2016
  • Rekreasi bersama Tao Yu Bandung – Taman Hutan Raya – Ir.H.Djuanda
  • Rekreasi ke Goa Belanda dan Goa Jepang bersama Tao yu Bandung.

Recent Posts

  • Dewi Nüwa sang Ibu Peradaban
    March 2, 2026
  • Jalan Agung Melingkupi Semesta Da Dao Xing Tian Xia
    February 26, 2026
  • Menjadi Pejalan Tao yang Tangguh
    February 21, 2026
  • Gong Xi Fa Cai 2577
    February 16, 2026
  • Untuk Apa
    February 13, 2026

SiuTao Indonesia

Wadah Revisi Diri mencapai Kesadaran Tertinggi - Jelajah TAO dengan sukacita

Notes :

Da Jia Xue Tao Hao…

Untuk website Siutao ini masih dalam tahap pengembangan untuk itu sembari berjalan mohon masukan dan kritikannya disalurkan lewat

email  : contact@siutao.com

Terima kasih.
Xie Shen En

Lainnya

  • Hubungi Kami
  • Pernyataan Pelayanan
  • Kebijaksanaan Kerahasiaan
  • Donasi

Search

✕

Recent posts

  • Dewi Nüwa sang Ibu Peradaban
    March 2, 2026
  • Jalan Agung Melingkupi Semesta Da Dao Xing Tian Xia
    February 26, 2026
Copyright © 2000 SiuTao Indonesia 正道李尚湖