
Last Updated on October 20, 2026 by STC-XZW
Da Jia Xue Dao Hao,
Salam Tao…
Terlintas terlihat ketika saya liat instagram dimana disitu dituliskan teriakan seseorang “Hei Takdir, Ayo kita Rematch” terbakar rasanya semangat ini, kita butuh artikel bacaan yang membakar semangat kita untuk melewati hari hari yang penuh misteri dari turunnya IHSG, sampai ketidakjelasannya aturan ^^
Kalimat Ini bukanlah sekadar teriakan keputusasaan, melainkan sebuah deklarasi perang dari jiwa yang menolak untuk bertekuk lutut. Bagi mereka, kekalahan bukanlah sebuah pilihan, dan bahkan hasil imbang pun adalah sesuatu yang pantang untuk diterima. Seperti tulisan di instagram itu “Laki laki melawan takdir dengan bekingan doa ibu, jangankan kalah, imbangpun ku tak sudi”. Powerfull kata2nya.
Sekilas, sikap menantang takdir ini terdengar bertentangan dengan ajaran Taoisme yang sering disalahartikan sebagai filosofi pasrah atau membiarkan segala sesuatu mengalir apa adanya. Namun, jika kita menggali lebih dalam pada kebijaksanaan klasik Tiongkok, perlawanan terhadap nasib ini justru menemukan landasan spiritualnya yang paling gagah berani.
Dalam tradisi alkimia internal Taoisme (buku Baopuzi karya filsuf Ge Hong), terdapat sebuah kredo yang sangat legendaris dan membakar semangat:
我命在我不在天 (Wǒ mìng zài wǒ bù zài tiān) “Nasibku berada di tanganku sendiri, bukan di tangan Langit (Takdir).”
Taoisme tingkat tinggi tidak mengajarkan manusia untuk menjadi budak nasib. Garis tangan, latar belakang, dan kesulitan bawaan hanyalah “titik awal”, bukan “titik akhir” dari perjalanan kita. Saat Anda berkata tidak sudi untuk sekadar imbang dengan takdir, Anda sedang mempraktikkan esensi Wǒ Mìng Zài Wǒ. Anda mengambil kembali kendali atas naskah kehidupan Anda sendiri dan menolak untuk menjadi tokoh figuran dalam penderitaan.
Anda menyebutkan, “Kulawan takdir dengan doa ibuku.” Dalam kosmologi Tao, alam semesta digerakkan oleh keseimbangan energi Yin dan Yang.
Determinasi Anda yang berapi-api, semangat pantang menyerah, dan keberanian menantang kerasnya dunia adalah energi Yang—keras, proaktif, dan membakar. Namun, tanpa penyeimbang, energi Yang bisa menghancurkan diri sendiri.
Di sinilah doa seorang ibu mengambil peran sebagai energi Yin—lembut, menenangkan, hening, namun memiliki daya tembus yang melampaui logika dimensi manusia. Doa ibu adalah perisai pelindung yang menjaga kewarasan Anda saat dunia mencoba menghancurkan Anda. Kolaborasi antara kerja keras yang tak kenal ampun (Yang) dan restu suci dari seorang ibu (Yin) adalah manifestasi dari harmoni tertinggi yang niscaya akan menggetarkan pintu langit.
Untuk memenangkan rematch dengan takdir, para pejuang di zaman sekarang harus mengadopsi prinsip 人定胜天 (Rén dìng shèng tiān), yang bermakna bahwa determinasi dan keteguhan hati manusia pada akhirnya akan sanggup menaklukkan rintangan alam atau nasib.
Bagaimana cara Tao mengajarkan kita untuk menang telak? Bukan dengan memukul batu karang menggunakan kepalan tangan kosong hingga hancur berdarah, melainkan dengan meniru filosofi Air. Air tidak pernah menuntut hasil imbang. Ketika jalan air dihalangi oleh batu karang (takdir buruk), air tidak berhenti mengalir. Ia akan terus menetes, mencari celah, konsisten, senyap, hingga akhirnya batu karang yang paling keras pun akan berlubang dan hancur.
Bagi Anda para pejuang yang sedang berada di titik terendah, tataplah cermin dan katakan pada pantulan diri Anda, Takdir mungkin membagikan kartu yang buruk di awal permainan, tetapi sayalah yang menentukan bagaimana permainan ini berakhir. Kalah bukan pilihan. Imbang tak sudi kuterima.
Maju, dan menangkan rematch Anda.
Semangat kawan, rajin liankung karena semua ini hanyalah Sekejab Abadi.. Selalu Happy Selalu Sehat ~
Xie Shen En
Kesehatan adalah hak milik yang paling berharga. Kepuasan adalah harta benda paling bernilai. Kepercayaan adalah kawan paling baik. Tak menjadi apa-apa adalah kegembiraan paling besar.
