
Last Updated on February 21, 2026 by STC-XZW
Da Jia Xue Dao Hao,
Salam Tao…
Ada hari-hari di mana dunia terasa terlalu berat untuk dipikul. Ketakutan (Fear) melumpuhkan langkah kita, Rasa Sakit (Pain) merobek pertahanan kita, dan Kehilangan (Loss) meninggalkan lubang menganga di dada yang rasanya tak akan pernah pulih.
Di saat-saat paling gelap itu, dorongan terkuat kita adalah untuk menyerah. Berhenti peduli. Berhenti mencoba. Berhenti melangkah.
Namun, kenyataan hidup yang paling keras adalah: Anda tidak bisa berhenti. Waktu akan terus berjalan, dan semesta tidak akan menunggu Anda pulih. Anda harus menghadapinya. Anda harus bertarung, one day after one day – satu hari demi satu hari.
Bagaimana kebijaksanaan Taoisme dan filosofi Tiongkok kuno memandang penderitaan ini, dan bagaimana kita bisa menemukan kekuatan untuk terus melawan?
Dalam Taoisme, alam semesta bekerja dalam prinsip Yin dan Yang. Tidak ada siang tanpa malam, tidak ada musim semi tanpa musim dingin berbadai, dan tidak ada pertumbuhan tanpa rasa sakit.
Ketakutan dan kehilangan bukanlah tanda bahwa Anda sedang dihukum oleh Langit, melainkan bukti bahwa Anda sedang hidup. Jika Anda sedang merasakan sakit yang luar biasa saat ini, itu berarti Anda memiliki kapasitas yang sama besarnya untuk merasakan cinta dan kebahagiaan di masa depan.
Terimalah rasa sakit itu. Jangan lari darinya, tapi jangan pula membiarkannya menghentikan Anda. Tao mengajarkan kita untuk mengalir bersama rasa sakit itu, mengubahnya menjadi bahan bakar untuk bertahan.
Mengapa kita harus terus bertarung saat rasanya sudah tidak kuat lagi? Ada sebuah peribahasa Tiongkok kuno yang sangat terkenal:
玉不琢,不成器 (Yù bù zhuó, bù chéng qì) “Batu giok jika tidak digosok dan dipahat, tidak akan menjadi perhiasan yang berharga.”
Manusia ibarat batu giok mentah. Ketakutan yang Anda hadapi, rasa sakit fisik dan mental yang Anda tahan, serta air mata karena kehilangan itu semua adalah “pisau pahat” semesta. Gesekan yang menyakitkan itulah yang sedang membentuk Anda menjadi pribadi yang tangguh, bijaksana, dan bernilai tinggi.
Orang yang tidak pernah merasakan luka tidak akan pernah memiliki kedalaman jiwa. Bertarunglah, karena rasa sakit hari ini adalah kekuatan Anda esok hari.
Terkadang, masalah di depan mata terlihat seperti gunung batu raksasa. Rasanya mustahil untuk bisa melewatinya. Anda lelah, hancur, dan merasa tidak punya tenaga untuk “bertarung” layaknya seorang pahlawan.
Tapi ingatlah ajaran Laozi tentang Air. Air adalah elemen paling lembut, namun ia bisa menghancurkan batu yang paling keras. Bagaimana caranya? Bukan dengan hantaman keras sekali waktu, melainkan dengan ketekunan.
滴水穿石 (Dī shuǐ chuān shí) “Tetesan air yang terus-menerus akan melubangi batu.”
Inilah esensi dari “One day after one day”. Anda tidak perlu menyelesaikan semua masalah Anda hari ini. Anda tidak perlu langsung sembuh dari trauma Anda detik ini juga. Anda hanya perlu bertahan hari ini.
Bangun dari tempat tidur. Tarik napas. Lakukan apa yang harus dilakukan hari ini. Menangislah jika perlu, tapi jangan berhenti melangkah. Tetesan keringat dan air mata Anda hari ini, jika terus dilakukan day by day, perlahan akan menghancurkan batu rintangan sebesar apa pun.
Seringkali ketakutan dan rasa sakit kita berlipat ganda karena kita memikirkan hal-hal yang tidak bisa kita kontrol. Kita cemas memikirkan omongan orang, meratapi masa lalu yang sudah terjadi, atau takut akan masa depan yang belum pasti.
Dalam tradisi Tiongkok, ada sebuah kebijaksanaan agung:
尽人事,听天命 (Jìn rén shì, tīng tiān mìng) “Lakukan yang terbaik dari sisi manusia, dan biarkan Langit yang menentukan hasilnya.”
Ini adalah seni memilah beban. Fokuslah hanya pada apa yang bisa Anda kontrol: respons Anda, tindakan Anda hari ini, pola pikir Anda, dan cara Anda memperlakukan orang lain.
Jika seseorang tiba-tiba pergi meninggalkan Anda, atau Anda terkena penyakit, itu di luar kendali Anda. Yang tidak bisa Anda kontrol, jangan dipikirkan berlarut-larut, dan jangan dimasukkan ke dalam hati. Memaksakan kendali pada hal di luar jangkauan hanya akan menguras energi (Qi) Anda secara sia-sia.
Jadilah seperti air yang memutar hambatan, bukan batu yang memaksakan kehendak. Lakukan bagian Anda hari ini sebaik mungkin, lalu tidurlah dengan tenang. Biarkan Tao (Alam Semesta) mengurus sisanya.
Terkadang, rasa sakit yang kita derita bukan lagi berasal dari masalah itu sendiri, melainkan dari kebiasaan kita yang terus-menerus memikirkannya. Kita berlarut-larut meratapi satu kegagalan, satu pengkhianatan, atau satu penderitaan yang sama selama berbulan-bulan bahkan bertahun-tahun.
Bayangkan Anda memegang segelas air. Jika dipegang sebentar, rasanya ringan. Namun, jika Anda memegangnya seharian tanpa diturunkan, lengan Anda akan kram dan lumpuh. Masalahnya bukan pada seberapa berat air itu, melainkan seberapa lama Anda menahannya. Jika Anda terlalu lama berlarut pada satu masalah, Anda akan kelelahan.
Dalam kearifan Tiongkok, ada prinsip mental yang penting:
拿得起,放得下 (Ná de qǐ, fàng de xià) “Mampu mengangkat, mampu meletakkan.”
Ini adalah seni 放下 (Fàng xià) atau “Melepaskan”. Seorang petarung sejati memiliki keberanian untuk mengangkat beban (menghadapi masalah), tetapi ia juga memiliki kebijaksanaan untuk meletakkannya saat waktunya tiba.
Anda harus melepaskannya. Jangan membawa bangkai masalah masa lalu ke hari ini. Menangislah sejenak, selesaikan apa yang bisa diselesaikan, lalu letakkan beban itu. Menyimpan satu masalah terlalu lama di dalam pikiran hanya akan membuat jiwa Anda busuk dan kehabisan tenaga untuk hari esok.
Ketakutan terbesar kita biasanya muncul ketika kita melihat seberapa jauh lagi kita harus berjalan, seberapa sepi jalan yang harus ditempuh tanpa orang yang telah pergi (loss).
Kembalikan fokus Anda. Jangan melihat ke puncak gunung. Lihatlah tanah tepat di bawah kaki Anda. Laozi dalam Tao Te Ching (Bab 64) mewariskan salah satu kalimat paling memotivasi sepanjang masa:
千里之行,始于足下 (Qiān lǐ zhī xíng, shǐ yú zú xià) “Perjalanan seribu mil dimulai dengan satu langkah pertama.”
Lawanlah ketakutan itu dengan mengambil satu langkah kecil setiap harinya.
Ketakutan, rasa sakit, dan kehilangan adalah tamu tak diundang yang pasti akan singgah dalam rumah kehidupan kita. Anda tidak bisa menghentikan mereka datang.
Tapi Anda bisa memilih bagaimana cara Anda menyambut mereka. Jangan biarkan mereka menguasai rumah Anda. Anda adalah tuan rumahnya. Hadapi mereka. Bertarunglah. Tidak perlu dengan pedang terhunus atau amarah yang membara, tapi bertarunglah dengan keuletan seekor naga dan ketenangan aliran air.
Fokuslah pada langkah Anda hari ini, lepaskan apa yang tidak bisa Anda kontrol, dan jangan biarkan satu masalah membelenggu Anda terlalu lama. Fight it. One day after one day. Teruslah melangkah, meski dengan kaki yang berdarah. Karena di ujung jalan sana, setelah musim dingin yang kejam, musim semi kehidupan sudah menunggu Anda.
Semangat kawan, rajin liankung karena semua ini hanyalah Sekejab Abadi…
Xie Shen En
Kesehatan adalah hak milik yang paling berharga. Kepuasan adalah harta benda paling bernilai. Kepercayaan adalah kawan paling baik. Tak menjadi apa-apa adalah kegembiraan paling besar.
