
Last Updated on January 23, 2026 by STC-XZW
Da Jia Xue Dao Hao,
Salam Tao…
Bagi kebanyakan orang, meditasi selama 20 menit sehari sudah cukup untuk meredakan stres. Namun, ketika durasi ditingkatkan secara ekstrem hingga 5 jam atau lebih (sering dilakukan dalam retreat intensif atau oleh praktisi tingkat lanjut), meditasi bukan lagi sekadar teknik relaksasi.
Pada titik ini, tubuh dan otak mengalami perubahan biologis radikal. Berdasarkan berbagai penelitian neurosains dan genetika, berikut adalah apa yang sebenarnya terjadi pada tubuh dan jiwa saat melakukan meditasi durasi panjang.
Perbedaan paling mencolok antara meditasi singkat dan meditasi jangka panjang terletak pada aktivitas listrik otak.
Sebuah studi penting yang diterbitkan dalam PNAS (Proceedings of the National Academy of Sciences) oleh Lutz, Davidson, dan Ricard (2004) menemukan fenomena mengejutkan pada biksu yang melakukan meditasi mendalam. Otak mereka memproduksi gelombang Gamma (25-42 Hz) dengan amplitudo tinggi yang tersinkronisasi.

Getty Images
Explore
Secara spiritual, meditasi dalam sering dikaitkan dengan “hilangnya rasa diri” atau ego death. Sains kini dapat menjelaskan fenomena ini.
Penelitian dari Yale University yang dipublikasikan oleh Brewer et al. (2011) menunjukkan bahwa meditasi berpengalaman secara signifikan menonaktifkan area otak yang disebut Default Mode Network (DMN).
Apakah meditasi 5 jam hanya mempengaruhi pikiran? Ternyata tidak. Efeknya menembus hingga ke level DNA.
Studi dalam jurnal Psychoneuroendocrinology oleh Kaliman et al. (2014) meneliti peserta yang melakukan meditasi intensif selama satu hari (mirip dengan durasi 5-8 jam). Temuan mereka membuktikan adanya perubahan epigenetik yang cepat:
Artinya, sesi meditasi panjang bertindak sebagai “tombol reset” genetik, mematikan gen penyakit dan menyalakan gen pemulihan.
Salah satu tantangan terbesar meditasi 5 jam adalah rasa sakit fisik (kaki kram, punggung nyeri). Bagaimana para ahli bertahan?
Penelitian yang diterbitkan dalam jurnal Emotion oleh Grant et al. (2010) menunjukkan bahwa meditator memiliki ketebalan kortikal yang lebih tinggi di area otak yang mengatur rasa sakit. Menariknya, mereka tetap merasakan sensasi sakit tersebut, namun mereka memutuskan koneksi emosionalnya.
Mereka memisahkan “sensasi fisik” dari “penderitaan mental”. Ini adalah latihan spiritual tingkat tinggi: mengamati rasa sakit tanpa bereaksi terhadapnya, yang kemudian melatih ketahanan mental luar biasa dalam kehidupan sehari-hari.
Di luar data ilmiah, tradisi spiritual mencatat bahwa durasi 5 jam seringkali memicu proses katarsis.
Karena tidak ada distraksi eksternal selama berjam-jam, emosi yang ditekan (trauma masa lalu, kesedihan, kemarahan) akan naik ke permukaan. Dengan dukungan sistem saraf yang tenang (seperti yang dibuktikan oleh peningkatan parasimpatis dalam berbagai studi variabilitas detak jantung), praktisi dapat memproses emosi ini dengan aman.
Hasil akhirnya sering disebut sebagai Bliss State perasaan sukacita murni yang muncul bukan karena rangsangan luar, melainkan karena pelepasan beban internal dan banjir neurotransmitter (seperti serotonin dan anandamide) di otak.
Meditasi selama 5 jam adalah sebuah rekayasa ulang sistem biologis. Ia bukan sekadar istirahat, melainkan sebuah latihan intensif yang:
Namun, perlu diingat bahwa seperti lari maraton, kemampuan ini harus dibangun bertahap. Memaksakan diri tanpa latihan dapat memicu cedera fisik atau tekanan psikologis.
Nah buat Taoyu Taoyu apalagi ditambah / dibimbing oleh Shen kita, NIKMAT APALAGI YANG KAU CARI hehe. Trus kenapa ga duduk cingco ? Naikkan targetnya ke 5 jam ya. JIA YOU!
Grant, J. A., et al. (2010). Cortical thickness and pain sensitivity in zen meditators. Emotion.
Lutz, A., et al. (2004). Long-term meditators self-induce high-amplitude gamma synchrony. PNAS.
Brewer, J. A., et al. (2011). Meditation experience is associated with differences in default mode network activity. PNAS.
Kaliman, P., et al. (2014). Rapid changes in histone deacetylases and inflammatory gene expression in expert meditators. Psychoneuroendocrinology.
Semangat kawan, rajin liankung karena semua ini hanyalah Sekejab Abadi…
Xie Shen En
Kesehatan adalah hak milik yang paling berharga. Kepuasan adalah harta benda paling bernilai. Kepercayaan adalah kawan paling baik. Tak menjadi apa-apa adalah kegembiraan paling besar.
