

Last Updated on December 28, 2025 by STC-XZW
Da Jia Xue Dao Hao,
Salam Tao…
Saya melihat semua pepohonan di pinggir jalan ketika mengendarai, secercah terpikir daun mungil hijau mempunyai keindahan lain, daun menguning juga punya keindahan yang lain, bahkan setelah gugur pun menari diterpa angin mempunyai keunikan yang lain.
Dan tersadar alam adalah guru terbaik tentang kehidupan. Jika kita mengamati sebatang pohon, kita akan melihat perjalanan dari daun hijau yang berenergi, berubah menjadi kuning keemasan, hingga akhirnya gugur menari ke tanah.
Dan manusia sering kali hanya memuja fase “Hijau” : fase muda, kuat, dan produktif. Kita takut pada fase “Menguning, Mengering” : fase menua, melambat, dan melepaskan.
Padahal, dalam kacamata Tao, setiap warna memiliki keindahannya sendiri. Daun hijau indah karena Harapan, daun kuning indah karena Kebijaksanaan, dan daun yang gugur indah karena Kedamaian. Setiap fase memiliki keagungan dan tugasnya sendiri. Hidup yang indah adalah hidup yang menerima siklus alami ini (Ziran).
Saat daun masih hijau, ia bekerja keras. Ia menyerap matahari, menahan hujan badai, dan memberi nafas bagi dunia. Ini adalah masa muda kita. Masa penuh ambisi, perjuangan, dan keinginan untuk membuktikan diri.
Peribahasa Tiongkok menggambarkan masa ini sebagai: 朝气蓬勃 (Zhāo qì péng bó) “Penuh dengan semangat pagi (vitalitas) yang meluap-luap.”
Keindahannya terletak pada Potensi. Seperti daun hijau yang belum tahu seberapa keras angin akan bertiup, masa muda indah karena keberaniannya untuk tumbuh meski belum tahu masa depan.
Apa yang Sebaiknya yang Kita lakukan jika di Fase Ini?
Namun, Tao mengingatkan: Jangan sombong saat hijau. Hijau hanyalah sementara.
Ketika klorofil memudar dan daun mulai menguning, banyak orang menyebutnya “layu”. Tapi Taoisme menyebutnya “matang”.
Lihatlah daun yang menguning. Warnanya lebih kaya, lebih hangat, dan memiliki tekstur. Ia telah melewati badai musim panas. Ia telah digigit ulat. Ia punya cerita.
Peribahasa bijak mengatakan: 春华秋实 (Chūn huá qiū shí) “Bunga di musim semi, Buah di musim gugur.”
Masa muda (hijau) hanyalah bunga yang cantik. Masa tua (kuning) adalah buah yang berisi. Keindahan fase ini bukan lagi pada kulit yang kencang, melainkan pada Isi dan Kebijaksanaan.
Seseorang yang menua dengan anggun seperti daun musim gugur yang warnanya memukau mata. Ia tidak lagi sibuk berkompetisi, ia mulai berbagi keteduhan. Ia tidak lagi “hijau” (mentah), ia telah menjadi “emas” (berharga).
Apa yang Sebaiknya yang Kita lakukan jika di Fase Ini?
Inilah fase yang paling ditakuti manusia, namun paling dimuliakan dalam Taoisme. Saat daun melepaskan pegangannya dari ranting.
Apakah daun itu menangis saat jatuh? Tidak. Ia menari. Ia mengikuti angin dengan ringan, berputar-putar, lalu mendarat di tanah dengan lembut.
Mengapa ia begitu tenang? Karena ia tahu hukum alam: 落叶归根 (Luò yè guī gēn) “Daun yang gugur kembali ke akarnya.”
Ini adalah peribahasa tentang asal-usul dan siklus. Daun tidak mati; ia pulang ke akar untuk menjadi pupuk, memberi nutrisi bagi pohon induk agar tunas baru bisa lahir di musim semi berikutnya.
Dalam Tao Te Ching Bab 16, Laozi menulis kalimat yang sangat indah tentang fase ini:
夫物芸芸,各复归其根。归根曰静,静曰复命。 (Fú wù yún yún, gè fù guī qí gēn. Guī gēn yuē jìng, jìng yuē fù mìng.)
“Segala sesuatu (Sepuluh Ribu Benda) tumbuh subur dan riuh, namun masing-masing akan kembali ke akarnya. Kembali ke akar disebut Ketenangan (Jing). Ketenangan itu disebut kembali pada Takdir Kehidupan.”
Keindahan fase gugur adalah Kelegaan (Letting Go). Sudah selesai tugasnya. Sudah selesai lelahnya. Kini saatnya istirahat dalam keheningan abadi. Tidak ada lagi beban yang perlu dipikul.
Apa yang Sebaiknya yang Kita lakukan jika memasuki Fase Ini?
Jika hidup Anda saat ini sedang “Hijau”, bertumbuhlah dengan kuat, tapi ingatlah untuk rendah hati. Jika hidup Anda mulai “Menguning”, jangan mencoba menggantinya menjadi hijau kembali (menolak tua). Nikmatilah warna emas Anda. Berbagilah hikmah. Jika hidup Anda atau orang terkasih sedang bersiap untuk “Gugur”, jangan takut. Itu adalah kepulangan yang agung menuju akar, menuju Tao.
Taoisme mengajarkan Zìrán (自然) : Kealamian. Taoisme mengajarkan kita untuk tidak melawan musim. Daun tidak pernah stres ingin menjadi bunga selamanya. Hiduplah sepenuhnya saat hijau, menualah dengan anggun saat kuning, dan pulanglah dengan damai saat gugur. Bunga akan mekar pada waktunya.
Semangat kawan, rajin liankung karena semua ini hanyalah Sekejab Abadi…
Xie Shen En
Kesehatan adalah hak milik yang paling berharga. Kepuasan adalah harta benda paling bernilai. Kepercayaan adalah kawan paling baik. Tak menjadi apa-apa adalah kegembiraan paling besar.
