

Last Updated on June 11, 2026 by STC-XZW
Da Jia Xue Dao Hao,
Salam Tao…
Di era media sosial saat ini, kita sering kali disodori semacam “buku panduan” tentang bagaimana hidup yang sukses dan bahagia itu seharusnya terlihat. Usia 25 harus punya karir mapan, usia 28 harus menikah, usia 30 harus punya rumah dan mobil. Kita terus-menerus mengukur diri kita menggunakan penggaris milik orang lain.
Akibatnya, saat hidup kita tidak sesuai dengan “standar” tersebut, kita merasa gagal dan menderita. Padahal, alam semesta tidak pernah menciptakan manusia dari cetakan pabrik yang sama.
Kehidupan ini sangat indah, justru karena Anda diizinkan untuk menjalaninya dengan cara Anda sendiri. Bagaimana ajaran Tao, filosofi para Dewa (Shen Xian), dan kebijaksanaan Tiongkok kuno memandang hal ini? Mari kita renungkan bersama.
Sering kali, orang di sekitar kita sibuk mengomentari pilihan hidup kita. “Kenapa pilih kerjaan yang gajinya kecil? Kenapa belum mau menikah? Kenapa hobimu aneh begitu?” Untuk menjawab tekanan ini, ada sebuah peribahasa Buddha-Tao kuno yang sangat indah dan membebaskan:
如人饮水,冷暖自知 (Rú rén yǐn shuǐ, lěng nuǎn zì zhī) “Bagaikan seseorang yang sedang meminum air, hanya dirinya sendirilah yang tahu apakah air itu dingin atau hangat.”
Orang lain hanya bisa melihat “gelas” (penampilan luar) yang Anda pegang. Mereka mungkin memuji gelas Anda yang terbuat dari emas, padahal air di dalamnya mendidih dan melepuhkan tenggorokan Anda. Sebaliknya, mereka mungkin mencibir gelas retak yang Anda bawa, padahal air di dalamnya sangat sejuk dan melegakan dahaga Anda.
Makna hidup dan kebahagiaan itu sangat subjektif. Hanya Anda yang tahu apa yang benar-benar membuat jiwa Anda damai. Jangan memaksakan diri meminum air mendidih hanya agar terlihat hebat di mata orang lain.
Jika Anda melihat ke dalam mitologi dan panteon Taoisme, salah satu kelompok Dewa (Shen Xian) yang paling dicintai adalah Ba Xian (Delapan Dewa). Mereka adalah simbol kebahagiaan, umur panjang, dan pencerahan.
Namun, perhatikanlah latar belakang mereka. Apakah mereka semua adalah kaisar tampan atau petapa kaya raya? Tidak.
Mereka berasal dari latar belakang yang sangat berbeda—ada yang kaya, miskin, tua, muda, laki-laki, dan perempuan. Mereka menggunakan “senjata” (potensi) yang berbeda, dan mereka mencapai Dao (pencerahan) melalui jalan yang berbeda-beda pula.
Pelajaran filosofisnya: Shen Xian mengajarkan bahwa tidak ada satu standar tunggal untuk mencapai kehidupan yang bermakna. Anda tidak perlu menjadi Lu Dongbin jika kodrat Anda adalah menjadi Li Tieguai. Keindahan panteon Delapan Dewa justru terletak pada fakta bahwa mereka bahagia dan tercerahkan dengan cara mereka masing-masing (Bā xiān guò hǎi, gè xiǎn shén tōng – Delapan Dewa menyeberangi lautan, masing-masing menunjukkan kesaktiannya).
Filsuf agung Zhuangzi pernah bercerita tentang sebuah pohon raksasa yang sangat tua dan rimbun. Seorang tukang kayu yang lewat mencibir pohon itu, “Pohon ini bengkok dan kayunya jelek. Tidak bisa dijadikan tiang rumah, perahu, atau meja. Ini adalah pohon yang tidak berguna!”
Mendengar itu, Zhuangzi tersenyum dan berkata, “Justru karena pohon itu ‘tidak berguna’ menurut standar manusia, ia tidak ditebang. Ia bisa hidup ribuan tahun dan memberikan keteduhan bagi siapa saja yang ingin bernaung di bawahnya.”
Dalam Taoisme, ini disebut Ziran (自然)—keadaan menjadi diri sendiri secara alami, tanpa dibuat-buat. Masyarakat mungkin memiliki standar apa yang disebut “berguna” (menghasilkan banyak uang, punya jabatan). Namun, jika mengikuti standar itu mengharuskan Anda memotong ranting dan jati diri Anda sendiri, untuk apa?
Mungkin peran Anda dalam hidup ini memang bukan untuk menjadi “meja mewah” di kantor korporat. Mungkin peran Anda adalah menjadi “pohon rindang” yang memberikan kehangatan bagi keluarga Anda, atau menciptakan karya seni kecil yang membuat seseorang tersenyum. Dan itu sangatlah indah.
Laozi dalam Daodejing mengatakan, “Mereka yang berjinjit tidak akan bisa berdiri lama.” Berjinjit adalah analogi dari memaksakan diri menjadi sesuatu yang bukan diri kita, hanya agar terlihat lebih tinggi di mata dunia.
Berhentilah berjinjit. Turunkan tumit Anda, dan pijakkan kaki Anda erat-erat ke bumi. Rangkullah kehidupan Anda apa adanya. Hidup ini indah justru ketika Anda berhenti berusaha menyanyikan lagu orang lain dan mulai bersenandung dengan melodi Anda sendiri. Minumlah air Anda sendiri, dan rasakan kehangatannya.
Semangat kawan, rajin liankung karena semua ini hanyalah Sekejab Abadi.. Selalu Happy Selalu Sehat ~
Xie Shen En
Kesehatan adalah hak milik yang paling berharga. Kepuasan adalah harta benda paling bernilai. Kepercayaan adalah kawan paling baik. Tak menjadi apa-apa adalah kegembiraan paling besar.
