Mengarah Vertikal Keatas Yang Tidak Bersikutan Secara Horisontal

Mengapa Tidak Sayang Badan ?
January 25, 2016
Mengembangkan Pikiran
January 25, 2016

Mengarah Vertikal Keatas Yang Tidak Bersikutan Secara Horisontal

Mengarah Vertikal Keatas Yang Tidak Bersikutan Secara Horisontal

Oleh: Flyming Lika

Kita Siu Tao ( ) pada dasarnya adalah merevisi diri menuju manusia seutuhnya yang mengerti, memahami, dan menjalani dengan penuh kesadaran dalam kehidupan sehari-hari. Perjalanan menuju manusia seutuhnya dapat disebut (oleh penulis) adalah interaksi horisontal dalam kita hidup saat ini.

Tetapi perjalanan Siu Tao ( ) kita tidak berhenti hanya membenahi Arah Horisontal ini saja, melainkan kita juga harus membenahi ‘Arah Vertikal’.

Ini semua adalah perwujudan kita dalam pendekatan kiri kepada Thian (Tuhan / Ta Tao).

Apa yang terlihat?

Tidak jarang dari kita masih belum dapat memahami ini semua, ada yang:

  • Dalam interaksi horisontal saling sikut-sikutan, padahal kita masih saudara, kita masih sesama manusia, sesama Tao Yu. Apalagi berani menamakan diri praktisi Tao / ‘Saya’ Siu Tao ! atau menyebut diri beragama TAO.
  • Dalam kekhusukannya bersembahyang ke arah vertikal, menghadap yang Empunya – Maha Agung Maha Tao (Tuhan), masih saja menyikut arah horisontal, dengan tindakan antar sesama tidak pada jalur / kaidah kebenaran / kebajikan / Tao.

Apa yang seharusnya kita perhatikan?

  • Dengan bermodal hati nurani yang bening, kita siap membuka diri untuk Siu Tao ( ).
  • Dalam proses Siu Tao ( ) kita menggunakan Wu Sin diri (kesadaran dan daya nalar yang tinggi) untuk secara Ce Ran (alamiah) menjalani Tao menuju Cen San Mei (sempurna abadi) yang diidam-idamkan.
  • Salah satu wujud Siu Sin Yang Sin kita (merevisi diri) adalah: tidak saling menyikut secara horisontal (sesama Tao Yu, maupun terhadap orang lain).
  • Ke arah Vertikal adalah hak paling hakiki seseorang. Ini perlu kelurusan, ketulusan, dan kepolosan. Penyerahan diri secara total, tentu dibarengi dengan arah horisontal yang sudah mumpuni (sempurna), yang biasa disebut ‘Kita sudah sampai Jing Cing Wu Wei’.

Akhir kata, Im Yang Lie (pengertian-pengertian Im Yang) perlu dipahami lebih seksama, sebab kita dapat merasakan bahwa saat-saat kita mencoba Siu Sin Yang Sin dan sesaat terasa terkecohkan dengan kecongkakan diri bahwa kita sudah benar-benar Siu Tao, dan saat itu kita mulai menyikut lain – sesama Tao Yu kita. Sungguh amat disayangkan.

Maka… Wu, Wu, dan masih harus Wu lagi dalam perjalanan Siu Tao kita ini.

Salam Tao

Please Share Us :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

seventeen − two =