siutaocom logo final v2siutaocom logo final v2siutaocom logo final v2siutaocom logo final v2
  • Home
  • SiuTao
    • Pengenalan Tao
    • Sejarah Tao
    • Kitab Suci Tao
    • Upacara Tao
    • Video Tao
  • News
    • Regional
    • Nasional
    • Internasional
  • Directory
    • Dewa-Dewi Tao
    • Buku Buku Tao
  • Articles
    • Serba-Serbi Tao
  • Contact
    • Lokasi Taokwan
    • Hubungi Kami
  • id
    • zh-CN
    • en
    • id
✕

Arogansi

  • Home
  • Blog
  • Articles Serba-Serbi
  • Arogansi
Apa itu tahayul dan bagaimana menurut Tao?
January 25, 2016
Bedah Mitos Dan Tahayul
January 25, 2016

Arogansi

Post Views: 1,475

Last Updated on January 25, 2016 by STC-XZW

Arogansi

Oleh: Flyming Lika

Arogansi artinya kesombongan, keangkuhan atau kecongkakan. Dari mana arogansi ini timbul atau produk siapakah arogansi ini?

Seorang anak dengan bangganya mengatakan bahwa tadi di sekolah dalam berlomba ia berhasil menang dan mendapatkan juara. Dia juga mengatakan “Saya bisa ini……, saya bisa itu….! Temannya bodoh, yang begitu saja tidak bisa dan lain sebagainya!”

Yang ingin disampaikan oleh si anak adalah bahwa “Dia paling bisa, paling pintar, dan paling …. Paling lainnya”.

Terlihat bahwa sejak kecil lingkungan kita telah mengajarkan kita untuk bersaing dan bersaing. Hasilnya adalah suatu “penilaian” atau “angka”. Entah itu nilai dalam bentuk angka-angka (hadiah) atau kelebihan terhadap orang lain.

Pasti anak ini mengerti tidak mengerti bahwa: “perlombaan” atau “persaingan” ini akan memberikan dampak yang positif dan negatif terhadap dirinya.

Dampak positifnya yaitu “kebanggaan diri” yang menjadikan dia makin “percaya diri”.

Dampak negatifnya yaitu “arogansi” …. Dialah yang “paling ….. wah (hebat)!”.

Ok! Yach, inilah dunia anak ….!

Selanjutnya ….. anak ini tidak akan selamanya bermain dengan “Dunia Anak”-nya terus. Ia pun akan beranjak remaja dan dewasa.

Nah, pasti …. apa-apa yang telah ditanamkan sejak kecil akan dibawanya dan diterapkan juga pada pola kehidupan nyata saat ia dewasa kelak.

Disini terlihat bahwa “pola / kerangka berpikir” si anak telah dibentuk selama perjalanan hidupnya menuju kedewasaannya.

Bersaing ….. menghasilkan kerangka berpikir – pola banding.

Sadar atau tidak sadar, tindak tanduk serta sikapnya akan memberi andil pada lingkungan dimana dia bermasyarakat.

Kalau dihubungkan dengan kita Siu Tao ( ), disinilah salah satu pokok persoalan yang harus dibenahi.

Solusinya / jawabannya sih sederhana sekali yaitu “Asalkan kita bisa Wu / sadar”, maka tidak ada persoalan lagi.

Kenyataannya tidak semudah seperti apa yang dituliskan diatas, asal “Wu” maka semuanya beres.

Beratus-ratus tahun sampai sekarang bahkan sesama Taoyu ( ) sendiripun masih ada saja (bahkan banyak lho!) yang saling melecehkan bahkan terhadap Tao () itu sendiri.

“Kalau tidak ada persaingan maka tidak ada penilaian”

Dengan tidak adanya penilaian, niscaya tidak akan ada yang “Paling ….. wah hebat”, sehingga tidak timbul arogansi.

Pengertian diatas perlu direnungkan dengan seksama, apa makna semua ini?

Dengan kerangka berpikir – pola banding / membandingkan, maka akan menghasilkan “Wu” / kesadaran yang masih cenderung bersinggungan dengan arogansi ini.

Nah lho …. bagaimana ini?

Salahkan kita menggunakan kerangka berpikir – pola banding ini?

Kebanyakan pola banding yang kita pakai adalah pola banding terhadap luar kita, artinya kita selalu membanding-bandingkan diri kita terhadap orang lain atau sebaliknya, juga diri orang lain terhadap yang lainnya.

Coba deh kalau kita memakai kerangka accu-nya adalah diri kita sendiri dan pola banding-nya adalah internal (terhadap diri sendiri), maka hanya: “waktu”-lah sebagai indikatornya, yaitu sebelum Siu Tao ( ) kita begitu dan sesudah Siu Tao ( ) kita begini.

Bukan sebelum Siu Tao ( ) diam saja, setelah Siu Tao ( ) lalu menganggap dirinya setara dengan lainnya dan meremehkan yang belum Siu Tao ( ) atau sombong / arogan terhadap sesama Taoist yang lain.

Yang kemudian malah menjadikan “mandeg” / berhenti dalam Siu Tao ( ) nya.

Ini menandakan bahwa adanya ketidakpuasan / keirian dibalik kesombongan dalam dirinya, karena selalu membandingkan dirinya terhadap orang lain. Sehingga terkadang frustasi tidak mengerti mengapa bisa demikian?

Ada pula arogansi lain, produk dari kerangka berpikir – pola banding ini. Biasanya menjalar pada mereka yang merasa dirinya lebih tinggi, lebih senior, atau …. lebih-lebih lainnya …. dari kacamata lingkungan sekitar dan atau dirinya.

Mengapa merasa “lebih”? …. Karena melihat orang lain “kurang”.

Inikah yang kita mau dalam proses kita Siu Tao (maksudnya Siu Cen)? Pasti tidak!

Kalau kita telah berhasil menjadikan diri kita diatas semua “kekurangan” orang lain (lebih dari si dia ini dan dari si anu itu atau orang ini kurang ini dan orang itu kurang itu). Lalu apakah kita sudah disebut berhasil Siu Tao?

Masih jauh dari Siu Cen, sebab disaat diri kita merasa “lebih” (menjadikan kita arogan), disitulah letak kekurangannya….. Kapan bisa Cen, apa lagi Tek Tao?

Celakanya kalau orang kena “virus arogansi” ini, tidak merasakannya, bahkan sebaliknya mengatakan bahwa orang lain yang “arogan”! Ha…ha…ha…

Lalu kita harus minum apa? Eh salah, kita harus bagaimana agar diri kita tidak arogan?

Kembali lagi “Wu” ….. beres khan?

Lebih baik …. Hapuskan arogansi dari kamus diri kita.

Semuanya mengacu dari dalam diri sendiri. Kerangka berpikir – pola banding-pun internal yaitu membandingkan diri sendiri sebelum dan sesudah ….. sepanjang masa. Rendah hati dan lapang dada. Itulah modal menuju “Wu” yang hakiki dan benar.

Arogan ….? Tidak…..Hanya percaya diri!

Bingung? ….Jangan!

Nyanyikan lagu!…. Siau Yau Ce Cay …. Siau Yau Yu…..

Please Share Us :

Related posts

August 23, 2026

Gelar Setinggi Langit, Mental Pengemis Warisan


Read more
August 22, 2026

Benahi Diri Sendiri Terlebih Dahulu


Read more
August 19, 2026

Perayaan Akbar 黃衣聚會 (Huáng Yī Jù Huì) 2026 – Yayasan Zheng Dao Li Shang Hu


Read more

Search

✕

Perjalanan Spiritual Taoism

«
Prev
1
/
41
Next
»
loading
play

Pertemuan Huang yi Semarang (Day 3)2026
play

Pertemuan Huangyi di Bandungan Semarang (day2)2026
play

Pertemuan Para Huang yi 2026(Day 1)
play

Pelantikan Jubah Kuning di Bandungan semarang 2026
play

perayaan thay Shang Lao jun 29 juni 2026
play

poun karawang 15 maret 2026 by flyming lika
«
Prev
1
/
41
Next
»
loading

Berita Regional lainnya

  • Upacara Sembahyang Cap Go Meh – Bandung February 28, 2016
  • Tour Keliling Kelenteng – Taokwan Sinar Mulia – Bandung 2016 February 28, 2016
  • Tur Keliling Kelenteng Taoyu Manado 2016 March 6, 2016
  • Rekreasi bersama Tao Yu Bandung – Taman Hutan Raya – Ir.H.Djuanda March 10, 2016
  • Rekreasi ke Goa Belanda dan Goa Jepang bersama Tao yu Bandung. March 11, 2016

Recent Posts

  • Gelar Setinggi Langit, Mental Pengemis Warisan
    August 23, 2026
  • Benahi Diri Sendiri Terlebih Dahulu
    August 22, 2026
  • Perayaan Akbar 黃衣聚會 (Huáng Yī Jù Huì) 2026 – Yayasan Zheng Dao Li Shang Hu
    August 19, 2026
  • Mencari Kepingan yang Hilang dalam Keheningan
    August 3, 2026
  • Tetap Mengalir untuk Hidup yang lebih baik
    August 1, 2026

SiuTao Indonesia

Wadah Revisi Diri mencapai Kesadaran Tertinggi - Jelajah TAO dengan sukacita

Notes :

Da Jia Xue Tao Hao…

Untuk website Siutao ini masih dalam tahap pengembangan untuk itu sembari berjalan mohon masukan dan kritikannya disalurkan lewat

email  : contact@siutao.com

Terima kasih.
Xie Shen En

Lainnya

  • Hubungi Kami
  • Pernyataan Pelayanan
  • Kebijaksanaan Kerahasiaan
  • Donasi

Search

✕

Recent posts

  • Gelar Setinggi Langit, Mental Pengemis Warisan
    August 23, 2026
  • Benahi Diri Sendiri Terlebih Dahulu
    August 22, 2026
Copyright © 2000 SiuTao Indonesia 正道李尚湖