Da Jia Xue Dao Hao, Salam Tao… Tanpa terasa, kita telah sampai di penghujung kalender. Rasanya baru kemarin kita menyalakan kembang api menyambut awal tahun, namun kini angin Desember telah berhembus, membawa kita kembali ke titik refleksi. Ada peribahasa Tiongkok yang berbunyi: 光阴似箭,日月如梭 (Guāng yīn sì jiàn, rì yuè rú suō) “Waktu terbang bagaikan anak panah, hari dan bulan berlalu secepat alat tenun.” Saat kita duduk diam dan menoleh ke belakang, memutar ulang rekaman film kehidupan kita selama 365 hari terakhir, apa yang kita rasakan? Apakah senyum kemenangan? Ataukah rasa sesak karena penyesalan dan kesedihan? Seringkali, manusia menutup tahun dengan “Buku Hitung-Hitungan”. Kita menghitung berapa banyak masalah yang menimpa kita, berapa target yang meleset, dan berapa banyak kesialan yang terjadi. Kita menimbang untung dan rugi. Dan seringkali, kita menutup buku itu dengan hati yang berat. Namun, mari kita coba melihat tahun ini dengan kacamata yang berbeda.. “kacamata Tao”. Mari kita berhenti menghitung, dan mulai menerima. 1. Hidup Adalah Kotak Kejutan, Bukan Daftar Masalah Tahun ini, mungkin Anda kehilangan pekerjaan. Mungkin Anda putus cinta. Atau mungkin, Anda tiba-tiba mendapatkan rejeki nomplok yang tak terduga. Kita terbiasa melabeli kejadian ini sebagai “Masalah” (Nasib Buruk) atau “Keberuntungan” (Nasib Baik). Namun, dalam Taoisme, label-label itu adalah ilusi. Ada sebuah kisah klasik Tao yang melegenda tentang “Kakek Sai Kehilangan Kuda”: 塞翁失马,焉知非福 (Sài wēng shī mǎ, yān zhī fēi fú) “Kakek Sai kehilangan kudanya, bagaimana kita tahu itu bukan berkah?” Ceritanya sederhana: Kuda Kakek Sai lari (Warga desa bilang: “Sial sekali!”). Besoknya, kuda itu pulang membawa kuda liar lain (Warga desa bilang: “Beruntung sekali!”). Besoknya lagi, anak Kakek Sai jatuh saat menunggangi kuda liar itu dan kakinya patah (Warga desa bilang: “Sial sekali!”). Minggu depannya, perang pecah dan semua pemuda wajib militer dan mati, kecuali anak Kakek Sai yang kakinya patah (Warga desa bilang: “Beruntung sekali!”). Tahun ini, “masalah” yang membuat Anda menangis di bulan Maret, mungkin adalah alasan mengapa Anda selamat atau menemukan jalan baru di bulan Oktober. “Keberuntungan” yang Anda rayakan di bulan Juni, mungkin adalah sumber kelelahan Anda di bulan Desember. Maka, berhentilah bersedih atas apa yang terjadi. Jangan sebut itu “masalah”. Sebutlah itu “Kejutan-kejutan Kehidupan”. Semesta (Tao) suka memberi kejutan. Kadang bungkusnya indah, kadang bungkusnya jelek dan menyakitkan. Tapi isinya selalu sama: Pelajaran dan Pertumbuhan. Semuanya adalah bahan bakar yang diperlukan jiwa Anda untuk berevolusi. Tanpa kejutan-kejutan itu—baik yang manis maupun pahit—Anda tidak akan menjadi “Anda” yang sekuat hari ini. 2. Renungan Wu Wei: Anda Sudah Melakukan yang Terbaik Seringkali, kesedihan akhir tahun muncul dari rasa bersalah: “Seharusnya aku berusaha lebih keras,” atau “Seharusnya aku tidak mengambil keputusan itu.” Taoisme mengajarkan kita untuk melepaskan beban ini dengan konsep 无为 (Wú Wéi): bertindak selaras dengan aliran alam, tanpa paksaan. Lihatlah diri Anda di cermin. Lihatlah kerutan lelah di wajah Anda, namun juga lihatlah sinar ketahanan di mata Anda. Sadarilah satu hal: Pada setiap momen di tahun ini, Anda telah melakukan yang terbaik yang bisa Anda lakukan dengan pengetahuan dan tenaga yang Anda miliki SAAT ITU. Anda tidak bisa menghakimi diri Anda di masa lalu dengan kebijaksanaan yang baru Anda dapatkan hari ini. Itu tidak adil. Ada peribahasa bijak: 谋事在人,成事在天 (Móu shì zài rén, chéng shì zài tiān) “Manusia merencanakan (berusaha), Langit yang menentukan.” Anda sudah berencana. Anda sudah bangun pagi. Anda sudah bekerja lembur. Anda sudah berusaha mencintai. Anda sudah berusaha bertahan. Bagian Anda (Ren) sudah selesai dan paripurna. Hasilnya? Apakah sukses atau gagal, apakah sesuai harapan atau hancur berantakan? Itu adalah bagian Langit (Tian). Itu di luar kendali Anda. Jika hidup sudah berjalan, napas masih berhembus, dan Anda masih berdiri tegak di akhir tahun ini meski diterpa badai, itu artinya Hidup Sudah Berjalan dengan Baik. Anda telah berhasil “menari” dengan takdir. Anda selamat. Dan itu saja sudah merupakan prestasi yang luar biasa. Jangan kecilkan usaha Anda hanya karena hasilnya tidak sesuai ekspektasi ego Anda. Dalam pandangan Tao, proses mengalir itulah yang paling berharga. 3. Cukup Satu Kalimat: “Terima Kasih” Lalu, bagaimana cara menutup tahun ini dengan sempurna? Bukan dengan resolusi muluk-muluk, bukan dengan penyesalan mendalam. Hanya butuh satu kalimat sederhana. Sebuah mantra yang getarannya mampu menyucikan seluruh memori satu tahun: “Terima Kasih.” Dalam bahasa Mandarin, bersyukur adalah 感恩 (Gǎn’ēn) : Merasakan Budi/Rahmat. Dan dalam tradisi Taoisme dan kepercayaan Tionghoa kita sering mengatakan 谢神恩 (Xie Shen En) sebagai bentuk ungkapan syukur dalam tradisi Taoisme dan kepercayaan Tionghoa atas perlindungan dan anugerah dari Dewa Dewi. Terima kasih kepada Masalah: Karena kalian telah mengikis kesombonganku, memaksaku belajar sabar (Adab), dan mempertebal mentalku. Tanpa kalian, aku masih menjadi anak kecil yang manja. Terima kasih kepada Keberuntungan: Karena kalian memberikan nafas lega, harapan, dan bukti bahwa Langit masih menyayangiku. Terima kasih kepada Orang Jahat: Karena kalian mengajarkanku untuk tidak menjadi seperti kalian, dan membuatku lebih menghargai orang baik. Terima kasih kepada Orang Baik: Karena kalian menjadi tempat istirahat jiwaku. Terima kasih kepada Diri Sendiri: Karena kamu tidak menyerah. Kamu hebat. Kamu kuat. Kamu cukup. Ucapkan “Terima Kasih” bukan hanya untuk hal yang baik, tapi untuk SEGALANYA. Dalam Taoisme, ini adalah penerimaan total terhadap Yin dan Yang. Kita tidak bisa hanya mau siang tanpa malam. Kita tidak bisa hanya mau matahari tanpa hujan. Tahun ini adalah paket lengkap. Dengan mengucapkan “Terima Kasih” pada semuanya, Terima kasih Shen atas bimbingannya. 4. Pulang ke Akar: Luo Ye Gui Gen Akhir tahun adalah saatnya untuk 落叶归根 (Luò yè guī gēn) — “Daun yang gugur kembali ke akarnya.” Setelah setahun penuh kita sibuk mengejar ambisi ke luar (seperti daun dan ranting yang menjulang ke langit), kini saatnya energi kita kembali ke akar, ke dalam keheningan batin. Jangan bawa sampah emosi tahun ini ke tahun depan. Jangan bawa dendam. Jangan bawa penyesalan “seandainya”. Duduklah sejenak dalam keheningan. Tarik napas panjang… dan hembuskan semua beban. Katakan pada tahun ini: “Kamu adalah guru yang keras namun baik. Pelajaranmu sudah kuterima. Kejutanmu sudah kunikmati. Tugasku sudah ku selesaikan sebaik mungkin.” Hidup tidak perlu sempurna untuk menjadi indah. Hidup hanya perlu dijalani. Dan Anda telah menjalaninya dengan sangat berani. Jadi, untuk setiap tawa, setiap tangis, setiap pertemuan, dan setiap perpisahan di tahun ini… Terima kasih. Terima […]